Tentang Rumah Syariah

Beberapa orang mungkin masih bingung sebenarnya apa yang dimaksud dengan perumahan syariah. Walaupun sebenarnya ada beberapa orang yang sudah tahu, namun terkadang masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa perumahan atau properti syariah hanya dijadikan sebagai kedok bagi para developer agar mendapatkan keuntungan yang besar.

Nah, bagi Anda yang masih belum benar-benar paham pengertian perumahan syariah yang sebenarnya  kami akan menjelaskan mengenai pengertian perumahan syariah terlebih dahulu kepada Anda.

Banyak orang yang menganggap bahwa perumahan syariah merupakan jenis perumahan dalam bentuk hunian rumah syariah yang hanya diperuntukkan kepada umat islam saja. Hal tersebut tentu tidak benar, karena siapa saja boleh memiliki, membeli atau bahkan menempati rumah syariah ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa perumahan syariah yang sudah banyak dibangun pada saat ini tidak hanya diperuntukkan untuk warga muslim saja namun juga untuk  warga non muslim yang ingin memiliki hunian bebas riba.

Jadi, pada umumnya pengertian perumahan syariah adalah suatu perumahan yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah islam. Jadi, sistem jual beli di perumahan syariah dijalankan sesuai dengan syariat islam atau orang biasa menyebutnya dengan istilah KPR Syariah. Nah, KPR syariah ini merupakan sebuah skema kepemilikan rumah atau hunian dengan menggunakan akad-akad yang sesuai dengan ketentuan syariah islam.

Jadi, jika begitu dapat disimpulkan bahwa KPR Syariah bukanlah konsep hunian di perumahan yang hanya dikhususkan untuk pihak muslim dengan bentuk perumahan yang ada masjidnya, sekolah tahfidznya, pengajian warga dan lain-lain. Namun, perumahan syariah ini lebih kepada langkah-langkah transaksi dan akad kepemilikan dengan sistem jual-beli yang sesuai syariat islam.

Ciri Khas Perumahan Syariah

Nah, agar Anda lebih paham dan lebih mengerti lagi apa itu perumahan syariah. Berikut akan kami jelaskan mengenai ciri khas perumahan syariah yang membedakannya dengan perumahan konvensional.

  • Akad Jual Beli

Dilihat dari akad jual-beli perumahan syariah dilakukan dengan sistem transaksi yang sesuai dengan syariat islam. Jadi dalam hal ini konsumen bisa langsung membeli rumah pada pihak developer atau tanpa ada pihak ketiga seperti bank untuk menjadi perantara untuk menghindari adanya riba.

Sedangkan, hal ini tentunya berbeda dengan sistem transaksi perumahan konvensional yang biasanya melibatkan pihak ketiga yaitu bank konvensional yang menjadi perantaranya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri khas dari perumahan syariah adalah sistem transaksi yang terlibat dalam kepemilikan properti atau perumahan syariah adalah murni transaksi bisnis jual beli, baik secara kredit ataupun cash.

  • Skema Bisnis yang Sesuai Syariat Islam

Perumahan syariah yang dikembangkan oleh developer syariah menerapkan skema bisnis yang sesuai dengan syariat islam yakni menggunakan skema transaksi jual-beli isthisna’, yaitu skema pesan bangun. Jadi, biasanya developer perumahan syariah akan membangun rumah hunian syariah ketika ada konsumen yang ingin memiliki hunian di perumahan syariah.

Sebagai konsumen kita harus melakukan pesanan terlebih dahulu dan melakukan prosedur transaksi pembayaran sesuai syariat islam baik dalam bentuk kredit atau tunai. Kemudian setelah itu developer baru akan melakukan pembangunan. Dalam pembangunan ini developer tidak melibatkan pihak ketiga untuk menyediakan modal, modal bangun rumah didapatkan dari modalnya sendiri atau uang muka dari konsumen.

Skema bisnis jual-beli ishtishna ini diperbolehkan dalam syariat islam, hal ini serupa dengan skema bisnis murabahah, salaam dan lain-lain. Dalil mengenai diperbolehkannya hal tersebut dan halal dilakukan yakni cara ini pernah dipraktekkan sendiri oleh Rasulullah SAW yang pada saat itu memesan pada sahabat agar dibuatkan mimbar serta cincin secara isthisna’.

  • Pembangun Perumahan Syariah Bersifat Indent

Ciri khas dari perumahan syariah yang berikutnya adalah pembangunan rumah hunian syariah dilakukan secara indent. Jadi pada saat konsumen hendak membeli sebuah rumah hunian di perumahan syariah, maka rumah baru akan dibangun. Jadi rumah tidak langsung jadi, walaupun tidak se-praktis perumahan konvensional namun cara ini tentunya memiliki keuntungan tersendiri yakni adanya fasilitas bagi konsumen yang bisa melakukan customize desain rumah yang akan dipesan.

Walaupun tidak semua developer syariah yang menerapkan sistem jual beli istishna’ ini. Ada beberapa developer perumahan syariah dengan sistem rumah ready stock. Biasanya mereka akan menggunakan perputaran modal yang terus digunakan untuk membangun perumahan syariah.

Sebagai konsumen, Anda bisa memilih apakah ingin membeli dengan sistem kredit atau tunai. Apabila dilakukan secara kredit, selanjutnya developer biasanya akan menunjukkan harga perumahan syariah yang bersifat tetap dan nilainya tidak akan berubah-ubah.

  • Skema Sistem Perumahan Syariah yang Diterapkan

Jika dilihat dari ciri khas yang dimiliki oleh perumahan yang menggunakan sistem sesuai syariat islam diatas. Maka dapat dilihat beberapa skema dalam perumahan syariah yang diterapkan oleh developer property syariah adalah sebagai berikut.

  • Transaksi Murni Jual Beli Tunai Maupun Kredit

Pertama, skema perumahan syariah dapat dijelaskan melalui proses transaksi pembelian untuk kepemilikan rumah. Transaksi ini secara langsung ditangani oleh pengembang atau developer perumahan syariah. Jadi, satu hal yang menjadi poin penting dalam skema sistem perumahan syariah yang diterapkan dalam hal ini adalah tanpa adanya campur tangan pihak ketiga khusunya bank konvensional untuk menghindari riba bunga bank.

Dengan kata lain, transaksi yang terjadi antara konsumen sebagai pembeli dan developer sebagai penjual murni merupakan transaksi jual-beli baik secara tunai maupun kredit. Hal inilah yang menjadi pembeda antara perumahan konvensional dengan perumahan syariah. Tidak hanya itu, dalam proses transaksi jual beli perumahan syariah, konsumen juga tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh developer.

  • Harga Jual Tetap dan Tidak Berubah-ubah Sejak Awal Akad

Pada saat konsumen memutuskan untuk memiliki rumah syariah secara kredit, maka harga jual yang sudah ditetapkan di awal akad dan disepepakati oleh kedua belah pihak tidak akan berubah selama jangka waktu cicilan tersebut. Biasanya pihak developer perumahan syariah akan mencantumkan secara jelas mengenai jangka waktu cicilan yang bervariasi, bisa selama lima tahun, sepuluh tahun, atau justru 15 tahun. Jadi, seluruh syarat maupun hal-hal yang ada dalam perjanjian disampaikan secara jelas dari awal akad.

  • Cicilan Rumah Bersifat Tetap

Skema sistem transaksi jual-beli rumah syariah yang berikutnya adalah cicilannya yang bersifat tetap dari awal hingga akhir akad. Bahkan pada saat suku bunga yang ditetapkan BI berubah dan kondisi ekonomi berfluktuasi, jumlah cicilan yang harus dibayarkan oleh konsumen bersifat tetap nilainya dan tidak berubah.

Dalam hal ini pihak developer akan memberikan seluruh kemudahan dan memberikan kebijakan terbaik bagi kedua belah pihak, tanpa merugikan kedua belah pihak dengan pengenaan denda maupun penalti jika ada hal-hal yang tidak sesuai perjanjian.

Jadi, pada saat sekarang ini sistem properti syariah hadir sebagai pilihan bagi Anda, yang ingin membeli dan memiliki rumah hunian syariah dengan cara aman, sehat, dan paling penting, sesuai dengan aturan Islam. Hal ini sesuai dengan konsep syariah yang diusung yakni “bebas” riba bunga bank, tanpa penyitaan dan denda dan juga akad yang bermasalah.